M. SAUFI GHANY
BERBAGI ILMU DAN PENGETAHUAN
Translate
Jumat, 27 September 2013
Sabtu, 24 November 2012
MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN
MAKALAH PENGANTAR BISNIS
PENYUSUN: MUH. SAUPI GHANY
NIM:A1B212104
JURUSAN: MANAJEMEN
LATAR BELAKANG
Memotivasi dan memimpin
karyawan adalah sebuah usaha dan tindakan yang dapat menggairahkan para
karyawan sehingga apa yang menjadi keinginan pemimpin dapat tercapai dengan
baik.
Tindakan yang seperti ini
para karyawan akan semangat untuk bekerja karna telah diberikan motivasi dan
bimbingan oleh pemimpinnya, karyawan akan merasa senang bekerja jika
diperlakukan baik oleh pemimpinnya, “majunya
suatu perusahaan (bisnis) tergantung pada pemimpinnya”.
Jika pemimpin tidak seperti
ini maka para karyawan akan merasa kebingungan dan tak ada gairah dalam bekerja
dan tentu saja pelanggan tidak suka apa bila pelayanan tidak sesuai dengan
keinginan pelanggan dan bisnis tidak akan berjalan dengan lancer, sesuai dengan
keinginannya, maka dari itu butuh motivasi dan bimbingan bagi karyawan.
RUMUSAN
MASALAH
- Bagaimana Menguraikan sifat dan pentingnya kontrak psikologis dalam lingkungan kerja.
- Apa pentingnya kepuasan kerja dan semangat kerja karyawan dan merangkum peranan kedua hal tersebut dalam hubungan antar manusia di lingkungan kerja.
- Bagaimana Mengidentifikasi dan merangkum teori-teori mengenai motivasi karyawan yang paling penting
- Strategi apa saja yang dipakai oleh organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi karyawan.
- Bagaimana cara mendiskusikan gaya-gaya kepemimpinan manajerial yang berbeda-beda dampaknya pada hubungan antar manusia di lingkungan kerja
MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN
•
Mengendalikan sifat dan pentingnya kontrak psikologis dalam lingkungan
kerja
Landasan dari hubungan manusia
yang baik – interaksi antara karyawan dan majikan serta sikap mereka terhadap
yang lain – adalah angkatan kerja yang puas dan termotivasi. Kepuasan dan
motivasi bergantung pada kontrak psikologis antara organisasi dan
karyawan: sejumlah harapan yang dipegang oleh karyawan menyangkut kontribusi
yang akan mereka berikan dan yang akan diberikan organisasi sebagai imbalannya.
•
Mendiskusikan pentingnya kepuasan kerja dan semangat kerja karyawan dan
merangkum peran keduanya dalam hubungan manusia di lingkungan kerja (1)
Kepuasan kerja adalah tingkatan kegembiraan yang
didapatkan orang karena melakukan pekerjaan. Jika senang dengan pekerjaannya,
mereka akan relatif puas. Karyawan yang puas mungkin memiliki semangat kerja
yang tinggi – keseluruhan sikap karyawan terhadap lingkungan kerja mereka. Semangat
kerja mencerminkan seberapa jauh mereka memahami bahwa kebutuhan mereka
tercapai oleh pekerjaan mereka.
Karyawan yang puas dan memiliki
semangat yang tinggi, dalam banyak hal akan membawa organisasi ke dalam
keuntungan, dan mereka juga akan lebih loyal serta memberikan sumbangan yang
bermanfaat. Namun, jika semangat kerja yang rendah bisa mengakibatkan perputaran
karyawan yang tinggi – persentase angkatan kerja organisasi yang keluar dan
harus digantikan.
Tingkat perputaran yang tinggi
mengakibatkan gangguan terhadap jadwal produksi, biaya pelatihan ulang yang
tinggi, dan merosotnya produktivitas perusahaan.
•
Mengidentifikasi dan merangkum teori-teori motivasi karyawan yang paling
penting (1)
Motivasi adalah seperangkat kekuatan
yang menyebabkan orang berperilaku dengan cara tertentu. Douglas McGregor
mengklasifikasi keyakinan tentang perilaku manusia menjadi dua perangkat
asumsi. Manajer yang menganut Teori X yakin bahwa pada dasarnya orang
malas dan harus dihukum atau diimbali. Manajer yang menganut Teori Y
yakin bahwa orang pada dasarnya tertarik untuk menjadi produktif dan senderung
mendapatkan karyawan yang puas dan termotivasi.
Model hierarki kebutuhan manusia Abraham Maslow berpendapat bahwa
orang yang bekerja berupaya memuaskan satu atau lebih dari lima kebutuhan yang
berbeda. Teori dua faktor dari Frederick Herzberg menyatakan
bahwa kepuasan dan ketidakpuasan bergantung pada faktor-faktor higienis,
seperti kondisi kerja, dan faktor motivasi, seperti pengekuan karena
pekerjaan dilakukan dengan baik.
Teori ekspektansi mengemukakan bahwa orang
termotivasi untuk bekerja dapat diperoleh.
Teori keadilan berfokus pada perbandingan sosial –
orang yang mengevaluasi perlakuan organisasi terhadap mereka dibandingkan
dengan perlakuan terhadap orang lain.
•
Menguraikan beberapa strategi yang dipakai oleh perusahaan untuk
meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi karyawan (1)
5 Program utama yang dirancang untuk membuat
pekerjaan menjadi lebih menarik dan lebih dihargai:
- Teori Reinforcement/ Modifikasi perilaku
- Manajemen berdasarkan tujuan
- Manajemen partisipatif dan pemberdayaan
- Manajemen tim
- Pengayaan pekerjaan
- Teori Reinforcement/ Modifikasi perilaku: Teori bahwa perilaku dapat didorong atau dikurangi dengan cara memberikan saran berupa imbalan atau hukuman.
- Manajemen berdasarkan tujuan: Serangkaian prosedur yang mencakup manajer dan bawahannya dalam menetapkan sasaran dan mengevaluasi kemajuan.
- Manajemen partisipatif dan pemberdayaan: Metode meningkatkan kepuasan kerja dengan cara memberi kesempatan kepada karyawan untuk memberikan suara dalam manajemen pekerjaannya dan perusahaan.
- Manajemen tim: Metode meningkatkan kepuasan dengan memberikan tanggung jawab membuat keputusan untuk kegiatan-kegiatan kecil tertentu.
- Pengayaan pekerjaan: Metode meningkatkan kepuasan kerja dengan cara menambah satu atau lebih faktor motivasi ke dalam kegiatan kerja.
Dengan merestrukturisasi pekerjaan
demi mencapai kecocokan yang lebih memuaskan antara pekerja dan pekerjaan
mereka, perancangan ulang pekerjaan memotivasi individu dengan kebutuhan
yang kuat untuk pertumbuhan karier atau prestasi. Banyak perusahaan bereksperimen
dengan cara: jadwal kerja yang dimodifikasi, berbagi pekerjaan, program waktu
fleksibel dan juga telecommuting.
•
Mendiskusikan gaya-gaya kepemimpinan manajerial yang berbeda dan
dampak-dampaknya pada hubungan manusia di lingkungan kerja (1)
Satu komponen penting dari fungsi
manajer sebagai pengarah adalah kepemimpinan, yaitu proses memotivasi
orang lain untuk bekerja memenuhi tujuan tertentu. Teori-teori kontemporer
tentang kepemimpinan berfokus pada gaya manajerial – pola perilaku yang
diperagakan manajer ketika berhadapan dengan bawahan.
3 Gaya manajerial yang umum yaitu:
- Otokratis: Gaya manajerial di mana manajer biasanya memberikan perintah dan mengharapkan mereka dipatuhi tanpa ragu-ragu.
- Demokratis: Gaya manajerial di mana manajer meminta masukan dari bawahannya sebelum membuat keputusan, tetapi tetap memegang kekuatan akhir dalam pembuatan keputusan.
- Wewenang penuh: Gaya manajerial dimana manajer biasanya berperan sebagai penasihat terhadap bawahannya yang diperbolehkan membuat keputusan
Akhir-akhir ini manajer mulai
menerapkan pendekatan kontingensi (pendekatan gaya manajerial yang
berkeyakinan bahwa perilaku manajerial yang tepat terhadap segala situasi
bergantung pada elemen-elemen yang unik dari situasi tersebut).
Pendekatan ini mengakui kerumitan
masaah manajerial dan mengakui bahwa orang dalam budaya yang berbeda
mengharapkan hal-hal yang berbeda dari manajer mereka.
KESIMPULAN
Peran Psikologis di
Perusahaan Psikologi
dalam pengertian umum adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah-laku
manusia. Bagi orang awam seringkali Psikologi disebut dengan ilmu jiwa karena
berhubungan dengan hal-hal psikologis / kejiwaan.
Pentingnya kepuasan dan moral
Pengertian kepuasan dalam bekerja merupakan keadaan
emosional yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan dimana para karyawan
memandang pekerjaannya. Hal ini nampak pada sikap karyawan terhadap
pekerjaannya, sikap positif bila puas atau sikap negatif bila tidak
puas.Ketidakpuasan karyawan dapat dinyatakan dalam berbagai cara. Misalnya,
berhenti bekerja, karyawan mengeluh, tidak patuh, atau mengelakkan sebagian
dari tanggung jawab kerjanya.
Motivasi dalam Lingkungan Kerja Seorang Manajer
harus mampu untuk memotivasi karyawannya secara aktif dan harus dapat
mempengaruhi tingkat motivasi karyawannya, jika kinerja perlu diperbaiki,
manajer harus turut campur dan membantu menciptakan atmosfer yang mendorong,
mendukung, dan mempertahankan perbaikan.
Begitu sebaliknya, ketika motivasi karyawan meningkat maka hasil dair
aktivitas kerjanya akan maksimal dan baik. Maka seorang manajer harus aktif
memotivasi karyawannya dengan cara yang baik agar tercipta lingkungan kerja
yang baik.
Jumat, 23 November 2012
MAKALAH SISTEM POLITIK ISLAM
makalah
sistem politik dalam Islam
BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar
Belakang
Umat muslim, dalam hidupnya berpegang teguh pada Al Qur’an
dan Al Hadist sebagai pedoman hidupnya. Dari kedua pedoman tersebut, umat
muslim tidak perlu khawatir dalam menjalani persoalan hidup. Segala apa yang
menjadi persoalan, solusi, peringatan, kebaikan dan ancaan termuat di dalam
pedoman tersebut. Bahkan dalam Al Qur’an dan Al Hadist permasalahan politik
juga tertuang didalamnya. Diantaranya membahas: prinsip politik islam, prinsip
politik luar negeri islam. Baik politik luar negeri dalam keadaan damai maupun
dalam keadaan perang.
Prinsip-prinsip politik yang tertuang dalam Al Qur’an dan Al
Hadist merupakan dasar politik islam yang harus diaplikasikan kedalam system
yang ada. Diantaranya prinsip-prinsip politik islam tersebut:
- Keharusam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat (Al Mu’min:52).
- Keharusan menyelesaikan masalah ijtihadnya dengan damai (Al Syura:38 dan Ali Imran:159)
- Ketetapan menunaikan amanat dan melaksanakan hukum secara adil (Al Nisa:58)
- Kewajiban menaati Allah dan Rosulullah serta ulil amr (Al Nisa:59)
- Kewajiban mendamaikan konflik dalam masyarakat islam (Al Hujarat:9)
- Kewajiban mempertahankan kedaulatan negara dan larangan agresi (Al Baqarah:190)
- Kewajiban mementingkan perdamain dari pada permusuhan (Al Anfal:61)
- Keharusan meningkatkan kewaspadaan dalam pertahanan dan keamanan (Al Anfal:60)
- Keharusan menepati janji (An Nahl:91)
- Keharusan mengutamakan perdamaian diantara bangsa-bangsa (Al Hujarat:13)
- Keharusan peredaran harta keseluruh masyarakat (Al Hasyr:7)
- Keharusan mengikuti pelaksanaan hukum
Menurut Abdul Halim Mahmud (1998) bahwa islam juga memiliki
politik luar negeri. Tujuan dari politik luar negeri tersebut adalah penyebaran
dakwah kepada manusia di penjuru dunia, mengamankan batas territorial umat
islam dari fitnah agama, dan system jihad fisabilillah untuk menegakkan
kalimat Allah SWT. Jadi politik bermakna instansi dari negara untuk keamanan
kedaulatan negara dan ekonomi.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1 Bagaimana
pandangan islam mengenai politik yang menghalalkan segala cara?
1.2.2 Bagaimana
pendapat islam tentang pemerintahan yang otoriter?
1.2.3 Bagaimana
pandangan islam tentang perang islam melawan negara Barat?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui
pandangan islam tentang politik menghalalkan segala cara.
1.3.2 Mengetahui
pandangan islam tentang pemerintah otoriter
1.3.3 Mengetahui
pandangan islam tentang perang negara Islam dengan negara Barat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pandangan Islam Mengenai Politik Menghalalkan Segala Cara
Politik
berasal dari bahasa latin politicos atau politicus yang berarti
relating to citizen (hubungan warga negara). Sedangkan dalam bahasa arab
diterjemahkan dengan kata siyasah, kata ini diambil dari kata saasa-yasuusu
yang diartikan mengemudi, mengendalikan dan mengatur (M
Quraish Shihab,2000). Sedangkan menurut Abdul
Qadir Zallum, mengatakan bahwa politik atau siyasah memiliki makna mengatur
urusan rakyat, baik dalam maupun luar negeri. Dalam politik terdapat negara
yang berperan sebagai institusi yang mengatur secara praktis, sedangkan rakyat
mengoreksi pemerintahan dalam melakukan tugasnya. Maka dapat disimpulkan
politik merupakan pemikiran yang mengurus kepentingan masyarakat. Pemikiran
tersebut berupa pedoman, keyakinan hukum atau aktivitas dan informasi.
Beberapa
prinsip politik islam berisi: mewujudkan persatuan dan kesatuan bermusyawarah,
menjalankan amanah dan menetapkan hukum secara adil atau dapat dikatakan
bertanggung jawab, mentaati Allah, Rasulullah dan Ulill Amr (pemegang
kekuasaan) dan menepati janji. Dari beberapa prinsip diatas yang berkorelasi dengan
politik, menggambarkan umat islam dalam berpolitik tidak dapat lepas dari
ketentan-ketentuan tersebut. Berpolitik dalam islam tidak dapat berbuat
sekehendak hatinya. Maka dapat disimpulkan bahwa politik islam memiliki
pengertian mengurus kepentingan rakyat yang didasari prinsip-prinsip agama.
Korelasi pengertian politik islam dengan politik menghalalkan segala cara
merupakan dua hal yang sangat bertentangan. Islam menolak dengan tegas mengenai
politik yang menghalalkan segala cara. Terlebih apabila mementingkan
kepentingan individu atau kelompok. Sedangkan islam dalam berpolitik tidak
sekedar mengurusi atau mengendalikan rakyat saja, tetapi juga mengemban
kebajikan untuk seluruh rakyatnya.
2.2
Pandangan Islam Mengenai Pemerintahan Otoriter
Dari
prinsip-prinsip islam dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pemerintahan adalah
memberi kesejahteraan kepada rakyatnya. Sehingga seluruh rakyatnya diharapkan
dapat menerima hak-haknya sebagai warga negara dan turut mengawasi
pemerintahan. Sedangkan pemerintah berfungsi sebagai institusi yang mengatur
masyarakat demi masyarakatnya. Maka logika yang dapat diperoleh negara dalam
islam merupakan kegiatan demi kesejahteraan masyarakat. Apabila suatu
pemerintahan telah beralih fungsi sebagai institusi yang melayani masyarakatnya,
justru menjadikan kekuasaan sebagai peyalahgunaan. Maka pemerintahan tersebut
dikatakan tidak sehat.
Berbagai
macam bentuk pemerintahan menjadi perdebatan diantara para pemikir. Setelah
sepeninggal rasul bentuk pemerintahan di Madinah dipegang Abu Bakar sehingga
yang terakhir adalah Ali bin Abi Thalib. Bentuk pemerintahan yang dijalankan
oleh para sahabat ini adalah system khalifah. Dalam bentuk pemerintahan, system
khalifah, bentuk kekuasaannya tidak dijalankan secara demokrasi, tetapi secara
turun temurun atau penunjukan. Dari seseorang yang berkuasa disebut khalifah
Ibnu Khaldum (1406M) mengatakan kekhalifahan maupun kerajaan adalah khilafah
Allah diantara manusia bagi pelaksanaan segala peraturan diantara manusia. Al
Mawaidi (1058M) dalam bukunya Al-Ahkam Al-Shultaniyah mengatakan bahwa
pemilihan atau penunjukan khalifah mesti diikuti bai’at masyarakat. Muhammad
Rasyid Ridha dalam bukunya Al Khalifah Al Amanah menyatakan system khalifah
perlu untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan umat.
Sebagai
umat islam yang menjadikan para sahabat sebagai suri tauladan, tentunya kita
harus mencontoh ajaran dan tindakan mereka. Pada inti permasalahannya setiap
pemerintahan harus dapat melindungi, mengayomi masyarakat. Sedangkan
penyimpangan yang terjadi adalah pemerintahan yang tidak mengabdi pada
rakyatnya; menekan rakyatnya. Sehingga pemerintahan yang terjadi adalah
otoriter. Yaitu bentuk pemerintahan yang menyimpang dari prinsip-prinsip islam.
2.3
Pandangan Islam Tentang Perang Negara Islam Dengan Negara Barat
Politik
luar negeri tidak dapt terlepaskan dari politik islam. Hal ini dikarenakan
untuk memenuhi kepentingan masyarakat di negeri sendiri serta kepentingan
negara dan bangsa lain. Politik luar negeri islam menurut Ali Abdul Halim Mahmud (1998) terdiri atas dasar-dasar
kuat yang mempunyai tujuan yang sudah jelas. Antara lain:
1. Menyebarkan
dakwah keseluruh dunia.
2. Mengamankan
batas-batas territorial negara dan umat islam dari fitnah dan gangguan-gangguan
musuh.
3. Mengaplikasikan
system jihad fi sabilillah untuk menegakkan kalimat Allah swt.
Politik
luar negeri islam yang mengatur hubungan negara dengan rakyatnya serta instansi
yang ada dibawahnya dengan organisasi kenegaraan lainnya. Adapun prinsip-prisip
yang digunakan dalam politik luar negeri islam:
1. Pokok
dalam hubungan negara adalah perdamaian.
2. Tidak
memutuskan hubungan damai antar negara kecuali karena alasan yang mendesak atau
darurat.
3. Membuat
kaidah-kaidah hubungan luar negeri tetap dalam keadaan damai dan menjamin
kedamaian itu.
4. Membuat
kaidah-kaidah hubungan luar negeri perang dengan tujuan mengurangi penderitaan.
5. Membuat
syarat-syarat bila negara mau diakuai negara lain.
6. Megumumkan
ketentuan-ketentuan perang bila sampai itu terjadi agar tetap pada tujuan yang
benar.
Politik
luar negeri islam berlangsung dalam keadaan damai dan perang. Dalam hubungan
politik damai antar negara harus mampu menjaga keamanan, kepercayaan dan
perdamaian. Sedangkan dalam politik luar negeri islam dalam keadan perang
adalah hanya boleh terjadi apabila dalam hubungan politik tersebut ada upaya
memerangi islam, menghalangi dakwah dan mereka yang menyerukan untuk tidak
mendengarkan dakwah. Berikut merupakan prinsip politik luar negeri islam yang
berlangsung damai: menjaga berdamaian, menegakkan keadilan, memenuhi janji,
menjaga hak-hak dan kebebasan no muslim, serta melakukan tolong menolong
kemanusiaan dan saling toleransi.
Sementara
islam membenci peperangan. Perang hanya akan menimbulkan kesedihan, keruskan,
penghancuran dan pembunuhan. Adapun prinsip-prinsip luar negeri islam dalam
keadaan perang adalah:
1. Menentukan
tujuan perang. Perang dalam islam bukan semata-mata adanya keinginan untuk
perang namun dikarenakan oleh sebab karena ingin mencapai tujuan tertentu.
Dalam islam tujuan perang itu antar lain: menahan serangan musuh dan melawan
kedzaliman dan mengamankan dakwah yang membawa kebajikan untuk seluruh umat.
2. Melakukan
persiapan. Suatu negara harus selalu berada dalam kekuatan dan persiapan dalam
menahan perang dan mencegah perang itu terjadi.
3. Tidak
meminta bantuan musuh untuk mengalahkan musuh. Umat islam harus berhati-hati
agar tidak tertipu oleh musuh yang menampakkan senang dengan landasan-landasan
islam, padahal sejatinya dia ingin menghancurkan landasan islam itu sendiri.
Jika hal demikian terjadi maka akan berakibat lebih fatal lagi terhadap umat
islam.
4. Menepati
perjanjian dan persetujuan. Menepati perjanjian atau persetujuan dalam perang
adalah sama dalam keadaan damai. Tidak boleh makukan pelanggaran dalam
perjanjian kecuali dalam keadaan yang darurat.
5. Menjalankan
hukum dan adab islam dalam perang. Islam membuat hukum-hukum, syarat serta
etika yang tidak boleh dilanggar oleh umat islam dan pemimpin. Diantaranya: a.
Dilarang membunuh wanita, anak kecil dan ornag tua kecuali orang tersebut turut
memerangi islam dengan tipu muslihatnya, b. dilarang membunuh seseorang dengan
khianat tanpa mengumumkan terlebih dahulu sikap perang, c. dilarang merusak
jenazah musuh sekalipun hal yang sama dilakukan terhadap jeazah orang muslim, d.
mengubur mayat-mayak musuh sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan, e.
memperlakukan tawanan dengan baik.
Dengan
demikian jelaslah sudah islam sangat membenci adanya peperangan. Dengan
siapapun itu kelompoknya. Karena peprangan hanya akan menimbulakan adanya
kerusakan, kehancuran dan pendritaan. Namun islam juga memperbolehkan adanya
perang namun dengan sebab yang sudah pasti sesuai dengan aturannya. Walaupun
demikan perang yang dilakukan oleh umat muslim tetap harus berpegang terguh
dengan prinsip serta hukum-hukum islam yang berlaku. Sehingga bilaman perang
tersebut terpaksa harus dilakakukan aka memberikan kemaslahatan bagi umat
muslim itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.
Politik
merupakan pemikiran yang mengurus kepentingan masyarakat. Pemikiran tersebut
berupa pedoman, keyakinan hokum atau aktivitas dan informasi. Beberapa prinsip
politik islam berisi: mewujudka persatuan dan kesatuan bermusyawarah,
menjalankan amanah dan menetapkan hukum secara adil atau dapat dikatakan
bertanggung jawab, mentaati Allah, Rasulullah dan Ulill Amr (pemegang
kekuasaan) dan menepati janji. Korelasi pengertian politik islam dengan politik
menghalalkan segala cara merupakan dua hal yang sangat bertentangan. Islam
menolak dengan tegas mengenai politik yang menghalalkan segala cara.
Pemerintahan yang otoriter adalah pemerintahan yang menekan dan memaksakn
kehendaknya kepada rakyat. Setiap pemerintahan harus dapat melindungi,
mengayomi masyarakat. Sedangkan penyimpangan yang terjadi adalah pemerintahan
yang tidak mengabdi pada rakyatnya; menekan rakyatnya. Sehingga pemerintahan
yang terjadi adalah otoriter. Yaitu bentuk pemerintahan yang menyimpang dari
prinsip-prinsip islam. Dalam politik luar negerinya islam menganjurakan dan
menjaga adanya perdamain. Walaupun demikan islam juga memporbolehkan adanya
perang, namun dengan sebab yang sudah jelas karena mengancam kelangsungan umat
muslim itu sendiri. Dan perang inipun telah memiliki ketentuan-ketentuan hukum
yang mengaturnya. Jadi tidak sembarangan perang dapat dilakukan. Politik islam
menuju kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh umat.
Langganan:
Komentar (Atom)

