MAKALAH PENGANTAR BISNIS
PENYUSUN: MUH. SAUPI GHANY
NIM:A1B212104
JURUSAN: MANAJEMEN
LATAR BELAKANG
Memotivasi dan memimpin
karyawan adalah sebuah usaha dan tindakan yang dapat menggairahkan para
karyawan sehingga apa yang menjadi keinginan pemimpin dapat tercapai dengan
baik.
Tindakan yang seperti ini
para karyawan akan semangat untuk bekerja karna telah diberikan motivasi dan
bimbingan oleh pemimpinnya, karyawan akan merasa senang bekerja jika
diperlakukan baik oleh pemimpinnya, “majunya
suatu perusahaan (bisnis) tergantung pada pemimpinnya”.
Jika pemimpin tidak seperti
ini maka para karyawan akan merasa kebingungan dan tak ada gairah dalam bekerja
dan tentu saja pelanggan tidak suka apa bila pelayanan tidak sesuai dengan
keinginan pelanggan dan bisnis tidak akan berjalan dengan lancer, sesuai dengan
keinginannya, maka dari itu butuh motivasi dan bimbingan bagi karyawan.
RUMUSAN
MASALAH
- Bagaimana Menguraikan sifat dan pentingnya kontrak psikologis dalam lingkungan kerja.
- Apa pentingnya kepuasan kerja dan semangat kerja karyawan dan merangkum peranan kedua hal tersebut dalam hubungan antar manusia di lingkungan kerja.
- Bagaimana Mengidentifikasi dan merangkum teori-teori mengenai motivasi karyawan yang paling penting
- Strategi apa saja yang dipakai oleh organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi karyawan.
- Bagaimana cara mendiskusikan gaya-gaya kepemimpinan manajerial yang berbeda-beda dampaknya pada hubungan antar manusia di lingkungan kerja
MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN
•
Mengendalikan sifat dan pentingnya kontrak psikologis dalam lingkungan
kerja
Landasan dari hubungan manusia
yang baik – interaksi antara karyawan dan majikan serta sikap mereka terhadap
yang lain – adalah angkatan kerja yang puas dan termotivasi. Kepuasan dan
motivasi bergantung pada kontrak psikologis antara organisasi dan
karyawan: sejumlah harapan yang dipegang oleh karyawan menyangkut kontribusi
yang akan mereka berikan dan yang akan diberikan organisasi sebagai imbalannya.
•
Mendiskusikan pentingnya kepuasan kerja dan semangat kerja karyawan dan
merangkum peran keduanya dalam hubungan manusia di lingkungan kerja (1)
Kepuasan kerja adalah tingkatan kegembiraan yang
didapatkan orang karena melakukan pekerjaan. Jika senang dengan pekerjaannya,
mereka akan relatif puas. Karyawan yang puas mungkin memiliki semangat kerja
yang tinggi – keseluruhan sikap karyawan terhadap lingkungan kerja mereka. Semangat
kerja mencerminkan seberapa jauh mereka memahami bahwa kebutuhan mereka
tercapai oleh pekerjaan mereka.
Karyawan yang puas dan memiliki
semangat yang tinggi, dalam banyak hal akan membawa organisasi ke dalam
keuntungan, dan mereka juga akan lebih loyal serta memberikan sumbangan yang
bermanfaat. Namun, jika semangat kerja yang rendah bisa mengakibatkan perputaran
karyawan yang tinggi – persentase angkatan kerja organisasi yang keluar dan
harus digantikan.
Tingkat perputaran yang tinggi
mengakibatkan gangguan terhadap jadwal produksi, biaya pelatihan ulang yang
tinggi, dan merosotnya produktivitas perusahaan.
•
Mengidentifikasi dan merangkum teori-teori motivasi karyawan yang paling
penting (1)
Motivasi adalah seperangkat kekuatan
yang menyebabkan orang berperilaku dengan cara tertentu. Douglas McGregor
mengklasifikasi keyakinan tentang perilaku manusia menjadi dua perangkat
asumsi. Manajer yang menganut Teori X yakin bahwa pada dasarnya orang
malas dan harus dihukum atau diimbali. Manajer yang menganut Teori Y
yakin bahwa orang pada dasarnya tertarik untuk menjadi produktif dan senderung
mendapatkan karyawan yang puas dan termotivasi.
Model hierarki kebutuhan manusia Abraham Maslow berpendapat bahwa
orang yang bekerja berupaya memuaskan satu atau lebih dari lima kebutuhan yang
berbeda. Teori dua faktor dari Frederick Herzberg menyatakan
bahwa kepuasan dan ketidakpuasan bergantung pada faktor-faktor higienis,
seperti kondisi kerja, dan faktor motivasi, seperti pengekuan karena
pekerjaan dilakukan dengan baik.
Teori ekspektansi mengemukakan bahwa orang
termotivasi untuk bekerja dapat diperoleh.
Teori keadilan berfokus pada perbandingan sosial –
orang yang mengevaluasi perlakuan organisasi terhadap mereka dibandingkan
dengan perlakuan terhadap orang lain.
•
Menguraikan beberapa strategi yang dipakai oleh perusahaan untuk
meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi karyawan (1)
5 Program utama yang dirancang untuk membuat
pekerjaan menjadi lebih menarik dan lebih dihargai:
- Teori Reinforcement/ Modifikasi perilaku
- Manajemen berdasarkan tujuan
- Manajemen partisipatif dan pemberdayaan
- Manajemen tim
- Pengayaan pekerjaan
- Teori Reinforcement/ Modifikasi perilaku: Teori bahwa perilaku dapat didorong atau dikurangi dengan cara memberikan saran berupa imbalan atau hukuman.
- Manajemen berdasarkan tujuan: Serangkaian prosedur yang mencakup manajer dan bawahannya dalam menetapkan sasaran dan mengevaluasi kemajuan.
- Manajemen partisipatif dan pemberdayaan: Metode meningkatkan kepuasan kerja dengan cara memberi kesempatan kepada karyawan untuk memberikan suara dalam manajemen pekerjaannya dan perusahaan.
- Manajemen tim: Metode meningkatkan kepuasan dengan memberikan tanggung jawab membuat keputusan untuk kegiatan-kegiatan kecil tertentu.
- Pengayaan pekerjaan: Metode meningkatkan kepuasan kerja dengan cara menambah satu atau lebih faktor motivasi ke dalam kegiatan kerja.
Dengan merestrukturisasi pekerjaan
demi mencapai kecocokan yang lebih memuaskan antara pekerja dan pekerjaan
mereka, perancangan ulang pekerjaan memotivasi individu dengan kebutuhan
yang kuat untuk pertumbuhan karier atau prestasi. Banyak perusahaan bereksperimen
dengan cara: jadwal kerja yang dimodifikasi, berbagi pekerjaan, program waktu
fleksibel dan juga telecommuting.
•
Mendiskusikan gaya-gaya kepemimpinan manajerial yang berbeda dan
dampak-dampaknya pada hubungan manusia di lingkungan kerja (1)
Satu komponen penting dari fungsi
manajer sebagai pengarah adalah kepemimpinan, yaitu proses memotivasi
orang lain untuk bekerja memenuhi tujuan tertentu. Teori-teori kontemporer
tentang kepemimpinan berfokus pada gaya manajerial – pola perilaku yang
diperagakan manajer ketika berhadapan dengan bawahan.
3 Gaya manajerial yang umum yaitu:
- Otokratis: Gaya manajerial di mana manajer biasanya memberikan perintah dan mengharapkan mereka dipatuhi tanpa ragu-ragu.
- Demokratis: Gaya manajerial di mana manajer meminta masukan dari bawahannya sebelum membuat keputusan, tetapi tetap memegang kekuatan akhir dalam pembuatan keputusan.
- Wewenang penuh: Gaya manajerial dimana manajer biasanya berperan sebagai penasihat terhadap bawahannya yang diperbolehkan membuat keputusan
Akhir-akhir ini manajer mulai
menerapkan pendekatan kontingensi (pendekatan gaya manajerial yang
berkeyakinan bahwa perilaku manajerial yang tepat terhadap segala situasi
bergantung pada elemen-elemen yang unik dari situasi tersebut).
Pendekatan ini mengakui kerumitan
masaah manajerial dan mengakui bahwa orang dalam budaya yang berbeda
mengharapkan hal-hal yang berbeda dari manajer mereka.
KESIMPULAN
Peran Psikologis di
Perusahaan Psikologi
dalam pengertian umum adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah-laku
manusia. Bagi orang awam seringkali Psikologi disebut dengan ilmu jiwa karena
berhubungan dengan hal-hal psikologis / kejiwaan.
Pentingnya kepuasan dan moral
Pengertian kepuasan dalam bekerja merupakan keadaan
emosional yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan dimana para karyawan
memandang pekerjaannya. Hal ini nampak pada sikap karyawan terhadap
pekerjaannya, sikap positif bila puas atau sikap negatif bila tidak
puas.Ketidakpuasan karyawan dapat dinyatakan dalam berbagai cara. Misalnya,
berhenti bekerja, karyawan mengeluh, tidak patuh, atau mengelakkan sebagian
dari tanggung jawab kerjanya.
Motivasi dalam Lingkungan Kerja Seorang Manajer
harus mampu untuk memotivasi karyawannya secara aktif dan harus dapat
mempengaruhi tingkat motivasi karyawannya, jika kinerja perlu diperbaiki,
manajer harus turut campur dan membantu menciptakan atmosfer yang mendorong,
mendukung, dan mempertahankan perbaikan.
Begitu sebaliknya, ketika motivasi karyawan meningkat maka hasil dair
aktivitas kerjanya akan maksimal dan baik. Maka seorang manajer harus aktif
memotivasi karyawannya dengan cara yang baik agar tercipta lingkungan kerja
yang baik.
